Membaca Gagasan Ekosipasi Prof. Robertus Robet dalam Praktik Kehutanan Indonesia Sejarah modern dipenuhi oleh perjuangan emansipasi. Berbagai gerakan sosial lahir untuk membebaskan manusia dari penjajahan, diskriminasi, kemiskinan, dan berbagai bentuk ketidakadilan. Dari sanalah berkembang gagasan tentang Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai fondasi penghormatan terhadap martabat setiap orang. Namun abad ke-21 menghadirkan persoalan yang berbeda. Manusia … Read More “Perhutanan Sosial: Dari Politik Akses Menuju Politik Ekologi” »
Category: Pemberdayaan Masyarakat
Ada sebuah pertanyaan yang sering saya renungkan setiap kali mendampingi masyarakat di sekitar kawasan hutan: benarkah Perhutanan Sosial mampu mengubah kehidupan masyarakat, ataukah ia hanya akan berhenti sebagai kebijakan pemberian akses kelola? Jawaban atas pertanyaan itu tidak saya temukan di ruang seminar ataupun laporan kegiatan. Saya menemukannya di lapangan, ketika bertemu dengan Maryadi, Saeful, Leonardo, … Read More “Ketika Hutan Menjadi Harapan: Kisah Perhutanan Sosial di Pesawaran” »
“Apakah seseorang dapat hidup bermartabat apabila kebutuhan paling mendasar dalam hidupnya belum terpenuhi?” Pertanyaan tersebut menjadi titik penting dalam memahami hubungan antara hak asasi manusia dan kehidupan sehari-hari. Selama ini, pembahasan mengenai HAM lebih banyak diarahkan pada pengakuan terhadap hak-hak yang melekat pada setiap manusia serta kewajiban negara untuk menghormati, melindungi, dan memenuhinya. Namun, dalam … Read More “Pemenuhan Kebutuhan Dasar sebagai Fondasi Hak Asasi Manusia” »
“Beginilah perjalanan Desa Pematang Tahalo. Dari tanah gersang yang penuh ketidakpastian, kini berubah menjadi hamparan hijau agroforestri alpukat siger yang menyejukkan mata. Rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) yang dikelola secara swakelola kelompok tani, menjadi pintu masuk kesadaran baru: bahwa hutan bisa lestari sekaligus memberi hasil nyata bagi masyarakat.” Hulu Konflik, Hilir Harapan Desa Pematang Tahalo, … Read More “Rehabilitasi Hutan yang Menghidupi: Refleksi dari Pematang Tahalo, Gunung Balak” »