Pendahuluan Climate Change dan Krisis Peradaban Dunia Dunia saat ini sedang menghadapi tantangan besar yang tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan biasa. Perubahan iklim (climate change) telah menjadi ancaman nyata bagi kehidupan manusia. Banjir, kekeringan, kebakaran hutan, krisis pangan, menurunnya kualitas lingkungan, hingga konflik sumber daya alam terjadi di berbagai belahan dunia. Krisis ini bukan … Read More “Pancasila, Climate Change, dan Perhutanan Sosial sebagai Fondasi Perdamaian Dunia” »
Author: ashadimaryanto
Jalan Tengah antara Kelestarian dan Kesejahteraan Hutan di Indonesia tidak hanya berbicara tentang pohon dan ekosistem, tetapi juga tentang manusia—jutaan masyarakat yang hidup dan bergantung pada kawasan hutan. Dalam perspektif ilmu kebijakan publik dan ekonomi sumber daya alam, persoalan kehutanan bukan sekadar persoalan ekologis, melainkan persoalan tata kelola (governance) yang melibatkan interaksi antara negara, masyarakat, … Read More “HUTAN SEBAGAI MODAL POLITIK DAN EKONOMI RAKYAT” »
Penyuluhan kehutanan pada hakikatnya merupakan proses pendidikan nonformal yang bertujuan mengubah perilaku masyarakat agar mampu dan mau mengelola sumber daya hutan secara lebih baik, lestari, dan berkelanjutan. Penyuluhan bukan sekadar kegiatan menyampaikan informasi atau program pemerintah, tetapi merupakan proses pembelajaran, komunikasi, pendampingan, serta pemberdayaan masyarakat. Menurut Everett M. Rogers, penyuluhan merupakan proses penyampaian inovasi … Read More “Penyuluhan Kehutanan sebagai Proses Perubahan Perilaku” »
Oleh: Ashadi Maryanto Dalam beberapa kali mengikuti pertemuan, FGD, maupun diskusi informal, saya cukup terusik dengan menguatnya pembahasan mengenai penagihan PSDH kepada kelompok Perhutanan Sosial. Bahkan dalam beberapa forum muncul kecenderungan penyamaan pendekatan antara kelompok Perhutanan Sosial dengan pemegang izin PBPH. Padahal keduanya lahir dari konteks yang berbeda. Perhutanan Sosial pada dasarnya bukan sekadar skema … Read More “Ketika Kewajiban Finansial Menggeser Ruh Perhutanan Sosial” »