Skip to content

Insight Hutan, DAS dan Masyarakat

Perspektif kehutanan, pengelolaan DAS, dan pemberdayaan masyarakat untuk lanskap berkelanjutan.

  • Beranda
  • Tentang Saya
  • Kontak
  • opini
  • Seputar Kehutanan
  • Pengelolaan DAS
  • Pemberdayaan Masyarakat
  • Korsa, Kuasa dan Nurani
  • Praktik & Inovasi
  • Alpukat Siger
  • Home
  • Korsa, Kuasa dan Nurani
  • Prolog: Korsa yang Mencabik Korsa
korsa yang mencabik jpg

Prolog: Korsa yang Mencabik Korsa

Posted on June 13, 2026June 15, 2026 By ashadimaryanto No Comments on Prolog: Korsa yang Mencabik Korsa
Korsa, Kuasa dan Nurani

Rimbawan dikenal sebagai korps yang memiliki jiwa korsa kuat. Sebuah persaudaraan yang lahir bukan semata karena kesamaan tempat bekerja, melainkan karena kesamaan panggilan untuk menjaga hutan, tanah, air, dan kehidupan yang bergantung padanya. Di tengah luasnya bentang nusantara, identitas sebagai rimbawan pernah menjadi perekat yang melampaui asal daerah, suku, bahkan almamater.

Namun perjalanan waktu menghadirkan ironi. Di dalam tubuh yang sama tumbuh berbagai identitas yang semestinya saling memperkaya, tetapi dalam beberapa keadaan justru menjadi sekat yang memisahkan. Loyalitas terhadap kelompok, jaringan, dan almamater terkadang tampil lebih kuat daripada loyalitas terhadap profesi itu sendiri.

Fenomena ini tidak hadir dalam sekejap. Ia tumbuh perlahan, nyaris tak terasa, hingga menjadi bagian dari dinamika yang dianggap biasa. Ketika afiliasi lebih dihargai daripada kompetensi, ketika kedekatan lebih menentukan daripada pengabdian, dan ketika sesama rimbawan saling berhadapan karena perbedaan identitas kelompok, maka lahirlah sebuah paradoks yang menyedihkan: korsa yang mencabik korsa.

Tulisan ini bukanlah gugatan terhadap almamater, bukan pula penolakan terhadap kebanggaan terhadap asal-usul. Sebaliknya, tulisan ini adalah sebuah refleksi tentang pentingnya menempatkan identitas profesi di atas segala identitas lainnya. Sebab pada akhirnya, hutan tidak pernah bertanya dari kampus mana seorang rimbawan berasal. Hutan hanya membutuhkan rimbawan yang bekerja dengan integritas, kompetensi, dan semangat pengabdian yang sama.

Di tengah berbagai tantangan kehutanan yang semakin kompleks, mungkin sudah saatnya kita kembali bertanya: apakah korsa masih menjadi jembatan yang mempersatukan, atau tanpa sadar telah berubah menjadi tembok yang memisahkan?

Post navigation

❮ Previous Post: DAS dalam Perencanaan Lanskap: Mengelola Air untuk Ketahanan Wilayah
Next Post: Mangrove, Kelembagaan, dan Ujian Implementasi di Pesisir Lampung: Dari Penanaman ke Tata Kelola Berbasis Sains ❯

You may also like

1suro jpg
Korsa, Kuasa dan Nurani
Malam 1 Suro: Menjaga Nurani di Tengah Godaan Korsa dan Kuasa
June 15, 2026
foto kopi e1788534808128
Korsa, Kuasa dan Nurani
Ketika Birokrasi Kehilangan Fokus
September 4, 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • foto kopi e1788534808128
    Ketika Birokrasi Kehilangan Fokus
  • merdeka
    Memaknai 81 Tahun Kemerdekaan dari Dalam Hutan
  • foto vertek
    Membangun Jembatan Kepercayaan di Gunung Balak
  • FB IMG 1698454925114
    Perhutanan Sosial: Dari Politik Akses Menuju Politik Ekologi
  • foto maryadi 1
    Ketika Hutan Menjadi Harapan: Kisah Perhutanan Sosial di Pesawaran

Recent Comments

No comments to show.

Top Posts

  1. Rank number 1foto web artikel amanah
    Jabatan Berakhir, Integritas Tidak Pernah Pensiun
    +11Like
  2. Rank number 2foto vertek
    Membangun Jembatan Kepercayaan di Gunung Balak
    +9Like
  3. Rank number 3foto kopi e1788534808128
    Ketika Birokrasi Kehilangan Fokus
    +8Like
  4. Rank number 4foto maryadi 1
    Ketika Hutan Menjadi Harapan: Kisah Perhutanan Sosial di Pesawaran
    +7Like
  5. Rank number 5foto kopi dikebun
    Kopi Warisan di Batas Kebun: Ketika Sebatang Pohon Menyimpan Sejarah dan Secangkir…
    +6Like
  • Beranda
  • Tentang Saya
  • Kontak
  • opini
  • Seputar Kehutanan
  • Pengelolaan DAS
  • Pemberdayaan Masyarakat
  • Korsa, Kuasa dan Nurani
  • Praktik & Inovasi
  • Alpukat Siger

Copyright © 2026 Insight Hutan, DAS dan Masyarakat.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown